copy logo indonesia maju

Di Papua dan Kalsel, Dana Desa Jadi Modal BUMDes

Jokowi.Link

07 Januari 2019 21:22

news image headline article

Sesuai arahan Presiden Jokowi, jika pembangunan infrastruktur desa sudah cukup, maka dana desa sebaiknya digunakan sebagai modal usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga setempat.

Jokowi juga menyarankan agar BUMdes mencontoh kiat sukses beberapa desa yang lebih dulu berhasil mengoptimalkan pemanfaatan dana desa.

"Silakan copy saja, kenapa capek-capek. Misal mau jadikan desa agrowisata maka contoh desa yang sudah berhasil, begitu pula jika mau melakukan inovasi misalnya belanja online," kata Jokowi di hadapan para kepala desa di Palembang, seperti dilansir Antara, Minggu (25/11/2018).

Salah satu desa yang memanfaatkan dana desa untuk modal usaha adalah Kampung (Desa) Imbari, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Mereka menggunakan dana desa sebagai modal BUMDes Kampung Imbari yang mengelola jasa angkutan perdesaan. Dana desa yang digunakan sebagai modal Bumdes ini berasal dari alokasi tahun anggaran 2018.

"Kendaraan angkutan perdesaan milik BUMDes Kampung Imbari untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat dalam memasarkan hasil kebun dan perikanan ke kota," ujar Kepala Distrik Warsa Marthen Wompere ketika dihubungi Antara di Biak, Minggu (6/1/2019).

Ia mengakui pilihan usaha jasa angkutan perdesaan bagi BUMDes Kampung Imbari, disesuaikan dengan kebutuhan prioritas warga setempat.

Dengan adanya angkutan pedesaan yang dioperasikan BUMDes Imbari, kata dia, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Kampung Imbari.

"Saya harapkan mobil angkutan perdesaan yang dikelola Bumdes Imbari dapat dirawat dengan baik karena sangat menjadi kebutuhan utama warga dalam berpergian ke kota Biak," ujarnya.

Marthen berharap, pembentukan BUMDes di setiap kampung di wilayah Distrik Warsa akan menjadi program penggerak ekonomi warga kampung.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Biak, Setyo Budi mengharapkan, 257 kampung di Kabupaten Biak Numfor dapat membentuk Badan Usaha Milik Desa/Kampung sebagai basis kegiatan perekonomian warga.

"Dinas PMK Biak terus menyosialisasikan pembentukan Bumdes karena menjadi sarana penggerak kegiatan perekonomian masyarakat kampung dari pengelolaan dana desa," ujarnya.

Berdasarkan data, dari 257 kampung di Kabupaten Biak Numfor, belum banyak yang membentuk BUMDes sebagai penggerak ekonomi warga desa hingga akhir 2018.

Karena itu, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung gencar melakukan sosialisasi kepada pemerintah kampung (desa) setempat agar dapat memanfaatkan peluang usaha demi kemajuan kampung tersebut.

Penggilingan Padi

Penggunaan dana desa sebagai modal Bumdes juga dilakukan di Desa Awang Besar, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Di desa ini, dana desa digunakan untuk mendirikan Bumdes penggilingan padi bernama Sinar Harapan Jaya.

Menurut Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Subhani, Bumdes tersebut hanya salah satu dari 62 Bumdes yang tersebar di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Dari total 161 desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, jelas Subhani, sebanyak 62 desa telah memiliki Bumdes dengan berbagai usaha yang disesuaikan dengan potensi desa setempat.

Subhani menjelaskan, keputusan mendirikan Bumdes tersebut merupakan inisiatif masyarakat desa sendiri, melalui musyawarah desa. Niat pendirian Bumdes adalah untuk mengembangkan dan desa yang diterima.

"Bumdes bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Jadi desa mengelola sendiri keuangannya melalui berbagai jenis usaha seperti peternakan, jasa, perdagangan, dan lain-lain," katanya kepada Antara.

Kepala Desa Awang Besar, Abdurrahman, mengatakan, penyertaan modal usaha untuk mendirikan BUMdes penggilingan Harapan Jaya adalah sebesar Rp 330 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli mesin penggilingan padi dan membangun gedung tempat menggiling padi.

"Kami melihat potensi Desa Awang Besar yang 90 persen penduduknya bertani. Sehingga pembangunan penggilingan padi sangat sesuai untuk dikembangkan, guna memudahkan warga sekitar," kata dia.

Direktur BUMDes Harapan Jaya Burhanuddin menjelaskan, ke depan pihaknya juga akan mengupayakan usaha pengemasan beras hasil produksi petani setempat.

"Jadi, selain sebagai tempat penggilingan padi, tempat ini juga bisa digunakan untuk menampung hasil pertanian warga," ujarnya. (*)

Jokowi Papua Kalimantan Selatan Dana Desa BUMDes
Load More
TOP