copy logo indonesia maju

Tol Trans Jawa Persingkat Waktu Tempuh dan Tingkatkan Produktivitas

Jokowi.Link

03 Januari 2019 15:32

news image headline article

Andi umurnya 34 tahun, ketika tahun 2014 lalu. Ia sopir truk yang rutin melintasi jalur Pantura dari Jakarta menuju Jawa Timur bolak-balik. Suatu ketika di bulan Januari 2014, ia memilih menepikan truknya yang mengangkut kopi dari Jakarta menuju Surabaya di daerah Tegal, Jawa Tengah.

“Untuk keluar dari kemacetan saja butuh waktu 3 hari. Biaya makan dan biaya solar nggak cukup,” keluhnya.

Ia bercerita, normalnya, perjalanan dari Jakarta ke Surabaya hanya butuh waktu 2 hari atau sekitar 48 jam. Rupanya, di daerah Jawa Barat, jalan utama Pulau Jawa tersebut tergenang dan kendaraan harus antre dan lalu-lintas diatur buka tutup.

Kisah sebaliknya dialami Wiwin di akhir tahun 2018. Menempuh perjalanan dari kampung halamannya di Semarang menuju Sawangan, Bogor, ia cuma butuh waktu kurang dari lima jam. “Masuk tol Krapyak, Semarang, pukul 01.30, sampai di depan rumah Sawangan pukul 05.37. Jalan normal aja,” katanya.

Jalur yang dipakai Andi adalah Jalan #TransJawa, sementara Wiwin menggunakan Jalan #TolTransJawa. Yang satu ada hambatan di mana-mana, yang satu lagi praktis bebas hambatan. Jalur Andi penuh ketidakpastian, jalur Wiwin memberi kepastian.

 

Terkejut

Pengguna jalan Pantura memang sering dibuat terkejut-kejut dengan waktu tempuh perjalanan. Yang normalnya hanya perlu 10 jam, kadang bisa molor hingga 15 atau bahkan 20 jam, tergantung situasi dan kondisi jalanan, cuaca, dan kepadatan kendaraan. Belum kalau ada kecelakaan yang nyaris terjadi setiap hari.

Pengguna #TolTransJawa yang baru juga masih dibuat terkejut-kejut. Bukan oleh lamanya perjalanan, melainkan sebaliknya. Perkiraan jarak 500-600 km harus ditempuh dengan 10-12 jam, kini berkurang nyaris seratus persen. Sekitar 5-6 jam saja.

Ribuan orang yang pertama kali menggunakan #TolTransJawa memang terkaget-kaget dengan singkatnya waktu tempuh perjalanan mereka. Apalagi, jalan tol tersebut dibuka berbarengan dengan musim liburan Natal dan tahun baru.

Kepastian

Masyarakat pengguna jalan tol, terutama kendaraan-kendaraan pribadi, memang mendominasi jalan tol pada pekan-pekan pertama dioperasikan. Tapi setelah momen liburan itu berlalu, lebih banyak lagi kendaraan yang akan mendapatkan manfaat lebih besar dari keberadaan jalan tol yang diselesaikan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pertama, jalan tol memberikan kepastian waktu perjalanan yang lebih baik. Sopir-sopir dapat memperkirakan secara lebih tepat berapa waktu yang akan mereka butuhkan untuk menempuh perjalanan dari satu titik ke titik lain di Pulau Jawa. Efeknya, para pengguna jalan dapat memastikan biaya-biaya yang harus dikeluarkan, termasuk jenis-jenis komoditi yang akan dibawa dan cara membawanya. Barang-barang yang tidak dapat bertahan lama hingga lebih dari 12 jam, kini tak perlu khawatir berlebihan karena dalam rentang waktu tersebut, barang sudah dapat diantar ke tujuan.

 

Kedua, keberadaan jalan tol meningkatkan efisiensi dari pengguna jalan itu sendiri. Bagi sopir, penambahan jarak tempuh berakibat pada meningkatnya biaya BBM dan biaya operasional (makan-minum) selama dalam perjalanan. Belum lagi pungutan-pungutan yang biasanya ada di jalan raya non-tol. Praktis, keberadaan jalan #TolTransJawa akan menurunkan biaya logistik, yang pada ujungnya akan menurunkan harga-harga barang.

Ketiga, produktivitas yang makin meningkat. Jika sebelum ada jalan tol yang terhubung penuh perjalanan dari satu titik ke titik tujuan harus memakan waktu 10-12 jam, dengan keberadaan jalan tol dan waktu tempuh yang lebih singkat, jumlah trip perjalanan dapat dimaksimalkan. Yang tadinya hanya 1 trip, bisa ditingkatkan menjadi dua atau bahkan tiga trip untuk jarak-jarak yang lebih pendek. 

Jokowi Trans Jawa Momen era Jokowi Pembangunan Pembangunan Infrastruktur
Load More
TOP